Jakarta, 11 Juni 2024 — Pusat Data dan Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Pusdatin Perpusnas RI) mengadakan rapat koordinasi untuk membahas Rapat Pembahasan Domain Tata Kelola dalam Peningkatan Indeks SPBE. Rapat koordinasi ini mengundang narasumber yaitu Bapak Nurcholis Ramlan, MTI, ITIL, CITA. Rapat koordinasi ini dilaksanakan di Ruang Rapat Pusdatin dan dipandu oleh MC, Atin Winata.

Bapak Nurcholis Ramlan, MTI, ITIL, CITA. memaparkan beberapa poin penting terkait evaluasi dan perencanaan SPBE, yaitu

  • Penting untuk memiliki indikator AS IS / TO BE. Nilai indikator 21-28 dapat turun menjadi 2 atau 1 jika perencanaan tidak ada. Perencanaan tersebut harus tercantum dalam Peta Rencana.
  • Setiap usulan aplikasi harus sesuai dengan Peta Rencana dan arsitektur SPBE. Kegiatan 2024 harusnya tercantum dalam Peta Rencana yang ada di Kepka.
  • Perpusnas telah memiliki arsitektur SPBE dengan 6 domain, tetapi masih menggunakan kode referensi lama dan belum menggunakan SIA SPBE versi 2. Evaluasi diperlukan untuk menentukan kegiatan yang belum dilakukan.
  • Perpusnas harus memanfaatkan pusat data nasional, yang seharusnya memberikan nilai 3. Indikator ini mencakup input SOP pusat data dan pemanfaatan PDN serta kapasitas storage yang digunakan. Jaringan intra juga harus aman dan didokumentasikan.
  • Untuk SPLP, tidak perlu banyak aplikasi; satu atau dua aplikasi sudah memadai. Jika sudah ada Change Request yang terdaftar di Kominfo, seharusnya dapat nilai 5.
  • Perlu pembagian tugas yang jelas dan implementasi yang sudah dilakukan. SK Koordinasi SPBE yang terakhir diperbarui pada tahun 2021, sehingga perlu diperhatikan untuk update jika diperlukan, dan
  • Implementasi SIA SPBE versi 2 harus diperhatikan untuk mendapatkan nilai yang optimal.

Bapak Nurcholis Ramlan, MTI, ITIL, CITA. juga menambahkan bahwa Penilaian arsitektur dan Peta Rencana SPBE harus dilakukan berdasarkan pengisian SIA SPBE versi 2. Pengisian SIA SPBE harus dilakukan dari awal, tanpa migrasi dari aplikasi Abakus. Domain Data dapat diisi terlebih dahulu dan akan direlasikan dengan domain lainnya setelah selesai.

Setelah pemaparan dan penjelasan dari narasumber, dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab dengan narasumber. Dalam diskusi ini Faizal A menginformasikan bahwa Perpusnas telah memanfaatkan layanan PDN dan mengajukan surat permintaan penambahan storage.

Tidak hanya itu para peserta rapat juga menanyakan beberapa hal antara lain SK Tim Koordinasi perlu diperbarui setiap tahun atau dapat menggunakan SK yang ada sejak 2021, penginputan arsitektur domain data di SIA SPBE apakah perlu menunggu domain lainnya dan juga tentang penginputan arsitektur domain data di SIA SPBE apakah perlu menunggu domain lainnya.

Bapak Nurcholis Ramlan, MTI, ITIL, CITA. menjelaskan bahwa Secara keseluruhan, dokumen yang diunggah sudah memadai, namun narasi perlu ditambahkan dengan judul dokumen pendukung untuk memperjelas dan melengkapi informasi yang diberikan.

Secara keseluruhan, rapat koordinasi ini menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan penerapan arsitektur SPBE yang sesuai untuk mencapai peningkatan nilai Indeks SPBE Perpusnas. Tindak lanjut yang diperlukan termasuk pembaruan SK, pengisian dokumen, dan penyesuaian dengan standar terbaru.