
Jakarta, 22 Juli 2024 — Pusat Data dan Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Pusdatin Perpusnas RI) mengadakan rapat persiapan pemantauan dan evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2024. Rapat ini dilaksanakan di ruang rapat Deputi II Perpusnas dan dibuka oleh Nadia Rahma sebagai MC, dengan agenda utama untuk membahas persiapan dan pelaksanaan penilaian SPBE.
Nadia mengungkapkan bahwa penilaian mandiri SPBE saat ini sedang berlangsung dan akan berakhir pada 18 Agustus 2024. Penilaian ini dilakukan oleh pihak eksternal dari Kementerian PAN RB ke setiap kementerian dan lembaga. Di Perpusnas, peningkatan indeks SPBE merupakan salah satu indikator dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terdapat di Sestama, serta sebagai salah satu indikator penilaian Reformasi Birokrasi (RB).
Selanjutnya Kepala Pusat Data dan Informasi RI, Bapak Dr. Taufiq A. Gani, S.Kom., M.Eng.Sc., yang mewakili Sestama yang berhalangan hadir, memberikan sambutan dan arahan mengenai rapat hari ini. Ia menyebutkan bahwa evaluasi SPBE Tahun 2024 merupakan kegiatan penting, mengacu pada arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan pada 27 Maret 2024 mengenai SPBE Summit 2024 dan peluncuran Govtech Indonesia. Arahan tersebut menekankan pentingnya birokrasi yang melayani, integrasi aplikasi dan data, serta penguatan instruktur digital untuk layanan publik.
Kebijakan SPBE dari Rencana Strategis (Renstra) Perpusnas 2020-2024. Pada tahun 2023, Perpusnas memperoleh indeks SPBE sebesar 3,56, melebihi rata-rata nasional, dan target untuk tahun 2024 adalah 3,62. Namun, terdapat kelemahan pada domain Tata Kelola dan Manajemen yang perlu diperbaiki. Tim di setiap unit kerja diharapkan segera mengumpulkan bukti-bukti yang dibutuhkan untuk mendukung evaluasi, jawab Bapak Dr. Taufiq A. Gani, S.Kom., M.Eng.Sc.
Sestama mengarahkan agar SPBE Perpusnas dapat mendukung Peta Jalan Reformasi Birokrasi dengan mempercepat terwujudnya birokrasi digital. Beberapa poin penting termasuk penyempurnaan dokumen kebijakan, penyelesaian Arsitektur dan Peta Rencana SPBE, serta peningkatan kualitas dataset. Sestama juga meminta agar dilakukan audit sesuai standar SPBE Nasional dan diintegrasikan dengan standar ISO.
Adapun tanggapan dari para peserta rapat yaitu, Direktur DSA, Pak Supri, menyatakan dukungan dari tim pranata komputer untuk survei dan akreditasi. Pak Nurhadi dari Pusat Analisis dan PPUK mengungkapkan perlunya pembersihan data dan pembuatan repository untuk merekap bantuan yang diberikan. Bu Ratna dari Pusat Bibliografi melaporkan adanya kendala dalam aplikasi ISBN yang memerlukan bantuan dari Pusdatin. Bu Nani dari UPT Bung Karno dan Mas Ricard dari UPT Bung Hatta juga menawarkan bantuan dalam persiapan SPBE.
Rusnah Setiani menyampaikan jadwal pelaksanaan SPBE Tahun 2024, yang mencakup sosialisasi, penilaian mandiri, penilaian dokumen oleh evaluator eksternal, dan wawancara asesor. Juga disebutkan dasar hukum pelaksanaan SPBE berdasarkan Perpres 95/2018 dan Pedoman Menteri Nomor 3 Tahun 2024. Total terdapat 47 indikator SPBE yang harus dipenuhi.
Pertanyaan dari peserta rapat, termasuk dari Mba Mutia dan Mas Asrori, mengenai dokumen dan kolaborasi sistem, dijawab oleh Rusnah. Diskusi rapat berakhir dengan penjadwalan kegiatan lanjutan untuk peningkatan indeks SPBE, termasuk pembuatan pedoman, penyerahan dokumen, dan audit keamanan SPBE.
Rapat diakhiri dengan rencana penjadwalan kegiatan lanjutan dan penyusunan laporan akhir yang direncanakan pada Desember 2024.
